#: locale=en
## Tour
### Title
tour.name = Untitled 1
## Skin
### Button
Button_25DAE5E7_0002_9767_4124_D903D8E5446C.label = Daerah Palinggih Taman Sari >
Button_25DAE5E7_0002_9767_4124_D903D8E5446C_mobile.label = Palinggih Taman Sari >
Button_634A0A32_5227_29C0_41C4_9C0C13D94F15.label = Taman Sari Temple Area >
Button_634A0A32_5227_29C0_41C4_9C0C13D94F15_mobile.label = Taman Sari Temple >
Button_71D715E3_51E3_2548_41C8_7AFBB8C51D07.label = Daerah Gapura >
Button_71D715E3_51E3_2548_41C8_7AFBB8C51D07_mobile.label = Gapura >
Button_7AB11C2F_51E3_6ABC_41C8_37748874F1BA.label = Daerah Jejak Kaki Kebo Iwa >
Button_7AB11C2F_51E3_6ABC_41C8_37748874F1BA_mobile.label = Jejak Kaki Kebo Iwa >
Button_7C7B179E_522E_E6E2_41CD_24845BF86CB6.label = Meditation Area >
Button_7C7B179E_522E_E6E2_41CD_24845BF86CB6_mobile.label = Meditation >
Button_7DB31382_7065_343F_41D6_641BBE1B2562.label = Gate Area >
Button_7DB31382_7065_343F_41D6_641BBE1B2562_mobile.label = Gate >
Button_7DB33382_7065_343F_41B1_0B0F019C1828.label = Daerah Meditasi >
Button_7DB33382_7065_343F_41B1_0B0F019C1828_mobile.label = Meditasi >
Button_7DB35382_7065_343F_41C5_CF0EAF3E4CFF.label = Daerah Ganesha Jaladuara >
Button_7DB35382_7065_343F_41C5_CF0EAF3E4CFF_mobile.label = Ganesha Jaladuara >
Button_7DB37382_7065_343F_41CC_EC41ABCCDE1B.label = Kebo Iwa Footprints Area >
Button_7DB37382_7065_343F_41CC_EC41ABCCDE1B_mobile.label = Kebo Iwa Footprints >
Button_7F0A71E1_5227_3A00_41C4_35A6BD71BAB7.label = Ganesha Jaladuara Area >
Button_7F0A71E1_5227_3A00_41C4_35A6BD71BAB7_mobile.label = Ganesha Jaladuara >
### Multiline Text
HTMLText_03DA2AE0_38C9_2D20_41C4_8A2DBF1B94D7.html =
Telapak kaki ini di percaya oleh masyarakat bahwa bekas telapak kaki Kebo Iwa atau Kebo Taruna seorang Mahapatih Kerajaan merangkap Arsitektur yang menyusun tangga tersebut. Salah satu batu dalam penyusunan trsebut selalu goyang tidak mau rapi letaknya di tempat yang ditentukan. Pada saat itu Patih Kebo Iwa menghentakkan kakinya diatas batu, sehingga batu itu tidak goyang atau bergerak lagi. Dari hentakkan kaki tersebut berbekas pada batu tersebut. Sehingga bekas telapak kaki itu dianggap bekas telapak kaki.
HTMLText_03DA2AE0_38C9_2D20_41C4_8A2DBF1B94D7_mobile.html = Telapak kaki ini di percaya oleh masyarakat bahwa bekas telapak kaki Kebo Iwa atau Kebo Taruna seorang Mahapatih Kerajaan merangkap Arsitektur yang menyusun tangga tersebut. Salah satu batu dalam penyusunan trsebut selalu goyang tidak mau rapi letaknya di tempat yang ditentukan. Pada saat itu Patih Kebo Iwa menghentakkan kakinya diatas batu, sehingga batu itu tidak goyang atau bergerak lagi. Dari hentakkan kaki tersebut berbekas pada batu tersebut. Sehingga bekas telapak kaki itu dianggap bekas telapak kaki
HTMLText_0B42C466_11C0_623D_4193_9FAB57A5AC33.html = ___
LOREM IPSUM
DOLOR SIT AMET
HTMLText_0B42C466_11C0_623D_4193_9FAB57A5AC33_mobile.html = ___
LOREM IPSUM
DOLOR SIT AMET
HTMLText_0B4B0DC1_11C0_6277_41A4_201A5BB3F7AE.html = JOHN DOE
Licensed Real Estate Salesperson
Tlf.: +11 111 111 111
jhondoe@realestate.com
www.loremipsum.com
Mauris aliquet neque quis libero consequat vestibulum. Donec lacinia consequat dolor viverra sagittis. Praesent consequat porttitor risus, eu condimentum nunc. Proin et velit ac sapien luctus efficitur egestas ac augue. Nunc dictum, augue eget eleifend interdum, quam libero imperdiet lectus, vel scelerisque turpis lectus vel ligula. Duis a porta sem. Maecenas sollicitudin nunc id risus fringilla, a pharetra orci iaculis. Aliquam turpis ligula, tincidunt sit amet consequat ac, imperdiet non dolor.
HTMLText_0B4B0DC1_11C0_6277_41A4_201A5BB3F7AE_mobile.html = JOHN DOE
Licensed Real Estate Salesperson
Tlf.: +11 111 111 111
jhondoe@realestate.com
www.loremipsum.com
Mauris aliquet neque quis libero consequat vestibulum. Donec lacinia consequat dolor viverra sagittis. Praesent consequat porttitor risus, eu condimentum nunc. Proin et velit ac sapien luctus efficitur egestas ac augue. Nunc dictum, augue eget eleifend interdum, quam libero imperdiet lectus, vel scelerisque turpis lectus vel ligula. Duis a porta sem. Maecenas sollicitudin nunc id risus fringilla, a pharetra orci iaculis. Aliquam turpis ligula, tincidunt sit amet consequat ac, imperdiet non dolor.
HTMLText_0C0404DB_1DB5_1FB0_41B9_E361BC5E7478.html = This place was specifically used by nobles or royal descendants, particularly the children of kings, who received education and spiritual training here. Evidence of this is found in the inscription of the “Sra” symbol, a Sanskrit letter meaning “Sri”, a title of honor associated with nobility or royal lineage. The presence of this symbol indicates that the site held a special status and served as a place of learning for future leaders to deepen their knowledge, spirituality, and wisdom. The serene and sacred environment surrounding the site supported the development of character, morality, and spiritual awareness—foundations that prepared them to fulfill their important roles in governance and society during that era.
HTMLText_0C0404DB_1DB5_1FB0_41B9_E361BC5E7478_mobile.html = This place was specifically used by nobles or royal descendants, particularly the children of kings, who received education and spiritual training here. Evidence of this is found in the inscription of the “Sra” symbol, a Sanskrit letter meaning “Sri”, a title of honor associated with nobility or royal lineage. The presence of this symbol indicates that the site held a special status and served as a place of learning for future leaders to deepen their knowledge, spirituality, and wisdom. The serene and sacred environment surrounding the site supported the development of character, morality, and spiritual awareness—foundations that prepared them to fulfill their important roles in governance and society during that era.
HTMLText_0C0554DB_1DB5_1FB0_419A_D8A7BB212E64.html = Tempat ini secara khusus digunakan oleh kaum berdarah biru atau anak-anak para raja yang menempuh pendidikan dan mempelajari ajaran spiritual di kawasan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tulisan “Sra”, sebuah simbol huruf Sanskerta yang berarti “Sri”, gelar kehormatan yang melekat pada kaum bangsawan atau keluarga kerajaan. Keberadaan simbol ini menunjukkan bahwa tempat ini memiliki status istimewa dan digunakan sebagai ruang pembelajaran bagi para calon pemimpin untuk memperdalam pengetahuan, spiritualitas, serta nilai-nilai kebijaksanaan. Lingkungan yang tenang dan sakral di sekitarnya mendukung proses pembentukan karakter, moral, dan kesadaran spiritual, yang menjadi dasar bagi mereka dalam menjalankan peran penting di pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masa itu.
HTMLText_0C0554DB_1DB5_1FB0_419A_D8A7BB212E64_mobile.html = Tempat ini secara khusus digunakan oleh kaum berdarah biru atau anak-anak para raja yang menempuh pendidikan dan mempelajari ajaran spiritual di kawasan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tulisan “Sra”, sebuah simbol huruf Sanskerta yang berarti “Sri”, gelar kehormatan yang melekat pada kaum bangsawan atau keluarga kerajaan. Keberadaan simbol ini menunjukkan bahwa tempat ini memiliki status istimewa dan digunakan sebagai ruang pembelajaran bagi para calon pemimpin untuk memperdalam pengetahuan, spiritualitas, serta nilai-nilai kebijaksanaan. Lingkungan yang tenang dan sakral di sekitarnya mendukung proses pembentukan karakter, moral, dan kesadaran spiritual, yang menjadi dasar bagi mereka dalam menjalankan peran penting di pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masa itu.
HTMLText_0C0EAFA4_1DAB_0990_41A5_1F764FEB5209.html = Tempat ini berfungsi sebagai lokasi untuk bertapa, meditasi, atau semadi pada masa Kerajaan Dalem Balingkang maupun pada masa Pasraman Dharma Hanar. Tempat ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena digunakan secara khusus oleh para guru suci dalam menjalankan laku tapa dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam keheningan dan kesunyian tempat ini, para guru suci memusatkan pikiran untuk mencapai pencerahan batin serta memperoleh kebijaksanaan dalam membimbing para sisia (murid) dan masyarakat. Keberadaan tempat ini juga mencerminkan peran penting pendidikan spiritual dan kehidupan asketik pada masa kerajaan, di mana kekuatan batin, kesucian, dan kedamaian menjadi landasan utama dalam menuntun kehidupan manusia agar selaras dengan nilai-nilai dharma dan keharmonisan alam semesta.
HTMLText_0C0EAFA4_1DAB_0990_41A5_1F764FEB5209_mobile.html = Tempat ini berfungsi sebagai lokasi untuk bertapa, meditasi, atau semadi pada masa Kerajaan Dalem Balingkang maupun pada masa Pasraman Dharma Hanar. Tempat ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena digunakan secara khusus oleh para guru suci dalam menjalankan laku tapa dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam keheningan dan kesunyian tempat ini, para guru suci memusatkan pikiran untuk mencapai pencerahan batin serta memperoleh kebijaksanaan dalam membimbing para sisia (murid) dan masyarakat. Keberadaan tempat ini juga mencerminkan peran penting pendidikan spiritual dan kehidupan asketik pada masa kerajaan, di mana kekuatan batin, kesucian, dan kedamaian menjadi landasan utama dalam menuntun kehidupan manusia agar selaras dengan nilai-nilai dharma dan keharmonisan alam semesta.
HTMLText_0C0EDFA4_1DAB_0990_41A8_C5347CB2544D.html = This place served as a site for ascetic practice, meditation, or contemplation during the era of the Dalem Balingkang Kingdom and the Pasraman Dharma Hanar period. It holds great spiritual significance as it was used exclusively by holy teachers who performed deep spiritual practices to draw closer to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty). In the silence and serenity of this place, the holy teachers focused their minds to attain inner enlightenment and divine wisdom, which they later shared in guiding their students (sisia) and the wider community. The existence of this site also reflects the importance of spiritual education and ascetic life during the kingdom era, where inner strength, purity, and peace were considered the essential foundations for living in harmony with the values of dharma and the balance of the universe.
HTMLText_0C0EDFA4_1DAB_0990_41A8_C5347CB2544D_mobile.html = This place served as a site for ascetic practice, meditation, or contemplation during the era of the Dalem Balingkang Kingdom and the Pasraman Dharma Hanar period. It holds great spiritual significance as it was used exclusively by holy teachers who performed deep spiritual practices to draw closer to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty). In the silence and serenity of this place, the holy teachers focused their minds to attain inner enlightenment and divine wisdom, which they later shared in guiding their students (sisia) and the wider community. The existence of this site also reflects the importance of spiritual education and ascetic life during the kingdom era, where inner strength, purity, and peace were considered the essential foundations for living in harmony with the values of dharma and the balance of the universe.
HTMLText_0C3185A4_1DBB_3990_41A5_E6E77FF79A0C.html = Untuk memasuki area wisata Goa Garba, pengunjung dikenakan tiket masuk yang dibedakan berdasarkan kategori. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket adalah Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak usia 5–11 tahun. Sementara itu, untuk wisatawan domestik, harga tiket masuk adalah Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Setiap pengunjung juga akan mendapatkan perlengkapan adat berupa kamen dan udeng tradisional Bali sebagai bentuk etika dan penghormatan ketika memasuki kawasan suci Goa Garba.
HTMLText_0C3185A4_1DBB_3990_41A5_E6E77FF79A0C_mobile.html = Untuk memasuki area wisata Goa Garba, pengunjung dikenakan tiket masuk yang dibedakan berdasarkan kategori. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket adalah Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak usia 5–11 tahun. Sementara itu, untuk wisatawan domestik, harga tiket masuk adalah Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Setiap pengunjung juga akan mendapatkan perlengkapan adat berupa kamen dan udeng tradisional Bali sebagai bentuk etika dan penghormatan ketika memasuki kawasan suci Goa Garba.
HTMLText_0C31C5A4_1DBB_3990_41A4_974CE9BE9313.html = To enter the Goa Garba tourist area, visitors are charged an entrance fee, differentiated by category. For international tourists, the ticket price is IDR 30,000 for adults and IDR 15,000 for children aged 5–11. Meanwhile, for domestic tourists, the entrance fee is IDR 20,000 for adults and IDR 10,000 for children. Each visitor will also receive traditional Balinese attire, including a kamen (traditional Balinese headdress) and udeng (traditional Balinese headdress) as a sign of etiquette and respect when entering the sacred Goa Garba area.
HTMLText_0C31C5A4_1DBB_3990_41A4_974CE9BE9313_mobile.html = To enter the Goa Garba tourist area, visitors are charged an entrance fee, differentiated by category. For international tourists, the ticket price is IDR 30,000 for adults and IDR 15,000 for children aged 5–11. Meanwhile, for domestic tourists, the entrance fee is IDR 20,000 for adults and IDR 10,000 for children. Each visitor will also receive traditional Balinese attire, including a kamen (traditional Balinese headdress) and udeng (traditional Balinese headdress) as a sign of etiquette and respect when entering the sacred Goa Garba area.
HTMLText_0D12A554_1DB6_FEB0_4197_AEC4DD4EAB18.html = This place is used for the worship of Sri Paduka Batara Vishnu, known as the God of Water and the Preserver of the Universe. In Hindu teachings, Batara Vishnu plays an important role as the giver of balance, tranquility, and fertility for all living beings. Therefore, this site serves as a center of reverence for the natural forces that sustain life, particularly water, which is considered sacred and essential for maintaining harmony in the world. Through this worship, devotees are encouraged to cultivate gratitude, preserve nature, and recognize the inseparable connection between humans and the natural world.
HTMLText_0D12A554_1DB6_FEB0_4197_AEC4DD4EAB18_mobile.html = This place is used for the worship of Sri Paduka Batara Vishnu, known as the God of Water and the Preserver of the Universe. In Hindu teachings, Batara Vishnu plays an important role as the giver of balance, tranquility, and fertility for all living beings. Therefore, this site serves as a center of reverence for the natural forces that sustain life, particularly water, which is considered sacred and essential for maintaining harmony in the world. Through this worship, devotees are encouraged to cultivate gratitude, preserve nature, and recognize the inseparable connection between humans and the natural world.
HTMLText_0D12A554_1DB6_FEB0_419B_130FB5C36763.html = Tempat ini digunakan untuk pemujaan kepada Sri Paduka Batara Wisnu, yang dikenal sebagai Dewa Air dan Pemelihara Alam Semesta. Dalam ajaran Hindu, Batara Wisnu memiliki peran penting sebagai pemberi keseimbangan, ketenangan, dan kesuburan bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, tempat ini menjadi pusat penghormatan terhadap kekuatan alam yang memberikan kehidupan, khususnya unsur air yang dianggap suci dan berperan penting dalam menjaga keharmonisan dunia. Melalui pemujaan ini, umat diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur, menjaga kelestarian alam, serta menyadari hubungan antara manusia dan alam.
HTMLText_0D12A554_1DB6_FEB0_419B_130FB5C36763_mobile.html = Tempat ini digunakan untuk pemujaan kepada Sri Paduka Batara Wisnu, yang dikenal sebagai Dewa Air dan Pemelihara Alam Semesta. Dalam ajaran Hindu, Batara Wisnu memiliki peran penting sebagai pemberi keseimbangan, ketenangan, dan kesuburan bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, tempat ini menjadi pusat penghormatan terhadap kekuatan alam yang memberikan kehidupan, khususnya unsur air yang dianggap suci dan berperan penting dalam menjaga keharmonisan dunia. Melalui pemujaan ini, umat diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur, menjaga kelestarian alam, serta menyadari hubungan antara manusia dan alam.
HTMLText_0D1D504C_1DAD_1690_419E_2595086F8038.html = Its purpose or function is to serve as a pathway to reach the worship area of Batara Shiva located at Pura Pengukur-Ukuran, specifically at the temple featuring symbols of the stupa or the lingga and yoni. These symbols represent the unity of masculine and feminine energies, signifying creation, balance, and the divine essence of Lord Shiva within the temple’s sacred space.
HTMLText_0D1D504C_1DAD_1690_419E_2595086F8038_mobile.html = Its purpose or function is to serve as a pathway to reach the worship area of Batara Shiva located at Pura Pengukur-Ukuran, specifically at the temple featuring symbols of the stupa or the lingga and yoni. These symbols represent the unity of masculine and feminine energies, signifying creation, balance, and the divine essence of Lord Shiva within the temple’s sacred space.
HTMLText_0D1DD04B_1DAD_1690_41A3_F706FA4A6299.html = Manfaat atau kegunaannya untuk mencapai tempat pemujaan batara shiwa yang ada di pura pengukuran-ukuran yaitu pada candi yang berlambangkan stupa atau lingga dan Yoni.
HTMLText_0D1DD04B_1DAD_1690_41A3_F706FA4A6299_mobile.html = Manfaat atau kegunaannya untuk mencapai tempat pemujaan batara shiwa yang ada di pura pengukuran-ukuran yaitu pada candi yang berlambangkan stupa atau lingga dan Yoni.
HTMLText_0D62D2FC_1DAF_1B70_41B2_EDE8D1D6429B.html = This tree serves as a source of medicine and water, as it stores water during the rainy season and releases it during the dry season. The water released from the tree is believed to have medicinal properties and is used for healing purposes.
HTMLText_0D62D2FC_1DAF_1B70_41B2_EDE8D1D6429B_mobile.html = This tree serves as a source of medicine and water, as it stores water during the rainy season and releases it during the dry season. The water released from the tree is believed to have medicinal properties and is used for healing purposes.
HTMLText_0D62D2FC_1DAF_1B70_41B9_46D571B20B7C.html = Pohon ini berguna sebagai obat-obatan dan juga sebagai sumber air, kerena musim hujan tumbuhan ini menyimpan air dan dikeluarkan musim kemarau, air tersebut diyakini berguna untuk obat-obatan.
HTMLText_0D62D2FC_1DAF_1B70_41B9_46D571B20B7C_mobile.html = Pohon ini berguna sebagai obat-obatan dan juga sebagai sumber air, kerena musim hujan tumbuhan ini menyimpan air dan dikeluarkan musim kemarau, air tersebut diyakini berguna untuk obat-obatan.
HTMLText_0D64EE2A_1DB7_0A90_41B0_493E0060B9D2.html = Pada zaman dahulu, tempat ini berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan meditasi bagi para murid maupun masyarakat umum yang ingin mendalami ajaran spiritual. Di bawah bimbingan para guru suci, mereka belajar untuk menenangkan pikiran, mengendalikan diri, dan memahami makna kehidupan melalui latihan semadi. Suasana alam yang tenang serta keberadaan aliran air di sekitarnya menciptakan lingkungan yang mendukung proses kontemplasi dan penyucian batin. Tempat ini juga menjadi simbol pencarian pengetahuan dan pencerahan spiritual, di mana setiap individu diajak untuk mencapai keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
HTMLText_0D64EE2A_1DB7_0A90_41B0_493E0060B9D2_mobile.html = Pada zaman dahulu, tempat ini berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan meditasi bagi para murid maupun masyarakat umum yang ingin mendalami ajaran spiritual. Di bawah bimbingan para guru suci, mereka belajar untuk menenangkan pikiran, mengendalikan diri, dan memahami makna kehidupan melalui latihan semadi. Suasana alam yang tenang serta keberadaan aliran air di sekitarnya menciptakan lingkungan yang mendukung proses kontemplasi dan penyucian batin. Tempat ini juga menjadi simbol pencarian pengetahuan dan pencerahan spiritual, di mana setiap individu diajak untuk mencapai keseimbangan antara jasmani dan rohani serta mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
HTMLText_0D656E2A_1DB7_0A90_4184_A9C575563EAA.html = In ancient times, this place served as a center for learning and meditation for students and the general public who sought to deepen their spiritual understanding. Under the guidance of holy teachers, they learned to calm the mind, practice self-control, and comprehend the meaning of life through meditation. The tranquil natural surroundings and the presence of flowing water created an atmosphere conducive to contemplation and inner purification. This site also symbolizes the pursuit of knowledge and spiritual enlightenment, where each individual is encouraged to achieve balance between body and soul while drawing closer to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty).
HTMLText_0D656E2A_1DB7_0A90_4184_A9C575563EAA_mobile.html = In ancient times, this place served as a center for learning and meditation for students and the general public who sought to deepen their spiritual understanding. Under the guidance of holy teachers, they learned to calm the mind, practice self-control, and comprehend the meaning of life through meditation. The tranquil natural surroundings and the presence of flowing water created an atmosphere conducive to contemplation and inner purification. This site also symbolizes the pursuit of knowledge and spiritual enlightenment, where each individual is encouraged to achieve balance between body and soul while drawing closer to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty).
HTMLText_0D9CC5C4_1DAF_1990_41A6_1EE241559F7E.html = This shrine is located on the southern side of the gate or entrance and is used to pray for the safety of mothers during childbirth, so that they may be protected and separated from any misfortune or danger during the birthing process.
HTMLText_0D9CC5C4_1DAF_1990_41A6_1EE241559F7E_mobile.html = This shrine is located on the southern side of the gate or entrance and is used to pray for the safety of mothers during childbirth, so that they may be protected and separated from any misfortune or danger during the birthing process.
HTMLText_0D9CD5C3_1DAF_1990_416A_2788AB9FBED4.html = Pelinggih ini berada disisi selatan gapura atau gerbang yang digunakan untuk memohon keselamatan bagi seorang ibu yang akan melahirkan anaknya supaya bisa terpisahkan dari malapetaka pada saat melahirkan.
HTMLText_0D9CD5C3_1DAF_1990_416A_2788AB9FBED4_mobile.html = Pelinggih ini berada disisi selatan gapura atau gerbang yang digunakan untuk memohon keselamatan bagi seorang ibu yang akan melahirkan anaknya supaya bisa terpisahkan dari malapetaka pada saat melahirkan.
HTMLText_1252128D_1D9D_3B90_418A_24553AC3A3E2.html = Pancoran ini berfungsi sebagai sarana pembersihan diri atau penyucian bagi para murid (sisia) yang dilakukan oleh para guru suci sebelum melaksanakan kegiatan spiritual atau upacara keagamaan. Proses penyucian ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan lahir dan batin agar para sisia siap menerima pengetahuan suci serta bimbingan spiritual dari gurunya. Seiring berjalannya waktu, pancoran ini tetap dipertahankan dan kini difungsikan sebagai tempat patirtan di Pura Pengukur-Ukuran, di mana umat Hindu datang untuk memperoleh air suci (tirtha) sebagai sarana penyegaran rohani dan wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tempat ini tidak hanya memiliki fungsi religius, tetapi juga nilai historis dan budaya yang tinggi sebagai warisan leluhur yang menggambarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.
HTMLText_1252128D_1D9D_3B90_418A_24553AC3A3E2_mobile.html = Pancoran ini berfungsi sebagai sarana pembersihan diri atau penyucian bagi para murid (sisia) yang dilakukan oleh para guru suci sebelum melaksanakan kegiatan spiritual atau upacara keagamaan. Proses penyucian ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan lahir dan batin agar para sisia siap menerima pengetahuan suci serta bimbingan spiritual dari gurunya. Seiring berjalannya waktu, pancoran ini tetap dipertahankan dan kini difungsikan sebagai tempat patirtan di Pura Pengukur-Ukuran, di mana umat Hindu datang untuk memperoleh air suci (tirtha) sebagai sarana penyegaran rohani dan wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tempat ini tidak hanya memiliki fungsi religius, tetapi juga nilai historis dan budaya yang tinggi sebagai warisan leluhur yang menggambarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.
HTMLText_1252728D_1D9D_3B90_41B1_88D71659DC47.html = This water spout served as a means of purification or cleansing for students (sisia), performed by holy teachers before engaging in spiritual practices or religious ceremonies. The purification process holds symbolic meaning as a form of cleansing both body and soul, preparing the students to receive sacred knowledge and spiritual guidance from their teacher. Over time, the spout has been preserved and is now used as a patirthan site at Pura Pengukur-Ukuran, where Hindu devotees come to obtain holy water (tirtha) as a source of spiritual renewal and an expression of devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Beyond its religious function, this site also carries great historical and cultural value as a legacy of the ancestors, reflecting harmony between humans, nature, and divine power.
HTMLText_1252728D_1D9D_3B90_41B1_88D71659DC47_mobile.html = This water spout served as a means of purification or cleansing for students (sisia), performed by holy teachers before engaging in spiritual practices or religious ceremonies. The purification process holds symbolic meaning as a form of cleansing both body and soul, preparing the students to receive sacred knowledge and spiritual guidance from their teacher. Over time, the spout has been preserved and is now used as a patirthan site at Pura Pengukur-Ukuran, where Hindu devotees come to obtain holy water (tirtha) as a source of spiritual renewal and an expression of devotion to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Beyond its religious function, this site also carries great historical and cultural value as a legacy of the ancestors, reflecting harmony between humans, nature, and divine power.
HTMLText_12871078_1D9F_1770_418E_73D399B1A10A.html = This place serves as a site of worship dedicated to Sri Paduka Batara Vishnu, regarded as the preserver of the universe and the source of water and serenity in the transient journey of life. Its existence symbolizes the harmony between nature, spirituality, and human life. The flowing water represents the blessing of Batara Vishnu, bringing fertility, coolness, and tranquility to all living beings. Beyond its deep religious meaning, this site also reflects the wisdom of the ancestors in uniting spiritual and natural values, teaching that life should be lived with harmony, awareness, and gratitude.
HTMLText_12871078_1D9F_1770_418E_73D399B1A10A_mobile.html = This place serves as a site of worship dedicated to Sri Paduka Batara Vishnu, regarded as the preserver of the universe and the source of water and serenity in the transient journey of life. Its existence symbolizes the harmony between nature, spirituality, and human life. The flowing water represents the blessing of Batara Vishnu, bringing fertility, coolness, and tranquility to all living beings. Beyond its deep religious meaning, this site also reflects the wisdom of the ancestors in uniting spiritual and natural values, teaching that life should be lived with harmony, awareness, and gratitude.
HTMLText_12871078_1D9F_1770_41AC_7C8AB98F162B.html = Tempat ini berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sri Paduka Batara Wisnu, yang dipandang sebagai dewa pemelihara alam semesta serta sumber air dan ketenangan dalam menjalani kehidupan yang fana (sementara). Keberadaan tempat ini melambangkan keseimbangan antara unsur alam, spiritual, dan kehidupan manusia. Air yang mengalir darinya menjadi simbol anugerah Batara Wisnu, yang memberikan kesuburan, kesejukan, serta ketenteraman bagi setiap makhluk hidup. Selain memiliki makna religius yang mendalam, tempat ini juga menunjukkan kebijaksanaan leluhur dalam memadukan nilai spiritual dan alam, mengajarkan bahwa kehidupan harus dijalani dengan keharmonisan, kesadaran, dan rasa syukur.
HTMLText_12871078_1D9F_1770_41AC_7C8AB98F162B_mobile.html = Tempat ini berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sri Paduka Batara Wisnu, yang dipandang sebagai dewa pemelihara alam semesta serta sumber air dan ketenangan dalam menjalani kehidupan yang fana (sementara). Keberadaan tempat ini melambangkan keseimbangan antara unsur alam, spiritual, dan kehidupan manusia. Air yang mengalir darinya menjadi simbol anugerah Batara Wisnu, yang memberikan kesuburan, kesejukan, serta ketenteraman bagi setiap makhluk hidup. Selain memiliki makna religius yang mendalam, tempat ini juga menunjukkan kebijaksanaan leluhur dalam memadukan nilai spiritual dan alam, mengajarkan bahwa kehidupan harus dijalani dengan keharmonisan, kesadaran, dan rasa syukur.
HTMLText_132823E2_1D95_3990_41BC_41821C4F9F17.html = Pancoran ini menandakan bahwa tempat ini dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, sebuah kerajaan besar yang pernah berjaya di Jawa Timur pada abad ke-13. Keberadaan lambang pancoran berkepala singa dan berbadan gajah menjadi bukti otentik yang memperkuat dugaan tersebut. Menurut penjelasan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya, simbol tersebut melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian, yang juga mencerminkan karakter pemerintahan Singasari pada masa itu. Pancoran ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber air suci untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai historis dan artistik yang tinggi, menunjukkan perpaduan antara seni pahat kuno dan simbolisme keagamaan yang khas dari era Singasari.
HTMLText_132823E2_1D95_3990_41BC_41821C4F9F17_mobile.html = Pancoran ini menandakan bahwa tempat ini dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, sebuah kerajaan besar yang pernah berjaya di Jawa Timur pada abad ke-13. Keberadaan lambang pancoran berkepala singa dan berbadan gajah menjadi bukti otentik yang memperkuat dugaan tersebut. Menurut penjelasan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya, simbol tersebut melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian, yang juga mencerminkan karakter pemerintahan Singasari pada masa itu. Pancoran ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber air suci untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai historis dan artistik yang tinggi, menunjukkan perpaduan antara seni pahat kuno dan simbolisme keagamaan yang khas dari era Singasari.
HTMLText_1357D3E2_1D95_3990_41A3_91DAF1D41B4C.html = This water spout indicates that the site was built during the reign of the Singasari Kingdom, a powerful kingdom that flourished in East Java during the 13th century. The presence of the spout adorned with a lion’s head and an elephant’s body serves as authentic evidence supporting this belief. According to the Cultural Heritage Preservation Center, the symbol represents strength, wisdom, and courage qualities that reflect the character of the Singasari era. Beyond its function as a source of holy water for religious rituals, the spout also holds great historical and artistic value, showcasing a unique blend of ancient stone craftsmanship and religious symbolism characteristic of the Singasari period.
HTMLText_1357D3E2_1D95_3990_41A3_91DAF1D41B4C_mobile.html = This water spout indicates that the site was built during the reign of the Singasari Kingdom, a powerful kingdom that flourished in East Java during the 13th century. The presence of the spout adorned with a lion’s head and an elephant’s body serves as authentic evidence supporting this belief. According to the Cultural Heritage Preservation Center, the symbol represents strength, wisdom, and courage qualities that reflect the character of the Singasari era. Beyond its function as a source of holy water for religious rituals, the spout also holds great historical and artistic value, showcasing a unique blend of ancient stone craftsmanship and religious symbolism characteristic of the Singasari period.
HTMLText_136186C0_1D9F_3B90_4150_F3296BB6D680.html = This place is specifically used for the purification of divine symbols, such as pratima, which serve as the physical or visual representations of divine manifestations in Hindu teachings. The purification aims to maintain the spiritual sanctity of the pratima, ensuring that it remains worthy for use in religious ceremonies and as a form of reverence to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty).
HTMLText_136186C0_1D9F_3B90_4150_F3296BB6D680_mobile.html = This place is specifically used for the purification of divine symbols, such as pratima, which serve as the physical or visual representations of divine manifestations in Hindu teachings. The purification aims to maintain the spiritual sanctity of the pratima, ensuring that it remains worthy for use in religious ceremonies and as a form of reverence to Ida Sang Hyang Widhi Wasa (God Almighty).
HTMLText_1361B6C0_1D9F_3B90_41A1_B24BE047845D.html = Tempat ini secara khusus digunakan untuk menyucikan perlambang Tuhan, seperti pratima, yang merupakan simbol fisik atau visual dari manifestasi ketuhanan dalam ajaran Hindu. Penyucian ini bertujuan untuk menjaga kesucian spiritual pratima agar layak digunakan dalam upacara keagamaan dan penghormatan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
HTMLText_1361B6C0_1D9F_3B90_41A1_B24BE047845D_mobile.html = Tempat ini secara khusus digunakan untuk menyucikan perlambang Tuhan, seperti pratima, yang merupakan simbol fisik atau visual dari manifestasi ketuhanan dalam ajaran Hindu. Penyucian ini bertujuan untuk menjaga kesucian spiritual pratima agar layak digunakan dalam upacara keagamaan dan penghormatan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
HTMLText_13746A1B_1D9B_0AB0_41BA_6BD73A275679.html = Pancoran ini memiliki kesamaan dengan Pancoran Ganesa yang terletak di bagian utara, keduanya dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari. Kesamaan tersebut terlihat dari gaya arsitektur, bentuk pahatan, serta simbol-simbol yang digunakan, yang mencerminkan karakteristik seni dan keagamaan pada masa itu. Pancoran ini berfungsi sebagai sumber air penting yang memiliki nilai spiritual dan simbolis bagi masyarakat setempat. Keberadaannya menjadi bukti perkembangan peradaban, sistem pengairan, dan keterampilan arsitektur kuno, serta menunjukkan keterkaitan antara kekuasaan kerajaan, keyakinan spiritual, dan penghormatan terhadap alam pada era Singasari.
HTMLText_13746A1B_1D9B_0AB0_41BA_6BD73A275679_mobile.html = Pancoran ini memiliki kesamaan dengan Pancoran Ganesa yang terletak di bagian utara, keduanya dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari. Kesamaan tersebut terlihat dari gaya arsitektur, bentuk pahatan, serta simbol-simbol yang digunakan, yang mencerminkan karakteristik seni dan keagamaan pada masa itu. Pancoran ini berfungsi sebagai sumber air penting yang memiliki nilai spiritual dan simbolis bagi masyarakat setempat. Keberadaannya menjadi bukti perkembangan peradaban, sistem pengairan, dan keterampilan arsitektur kuno, serta menunjukkan keterkaitan antara kekuasaan kerajaan, keyakinan spiritual, dan penghormatan terhadap alam pada era Singasari.
HTMLText_1375FA1C_1D9B_0AB0_41B8_62F14FBAD6DA.html = This water spout shares similarities with the Ganesa Spout located in the northern area, both of which were constructed during the reign of the Singasari Kingdom. The resemblance can be seen in the architectural style, carvings, and symbolic elements that reflect the artistic and religious characteristics of that period. This spout serves as an important water source with deep spiritual and symbolic meaning for the local community. Its existence stands as evidence of the advancement of ancient civilization, irrigation systems, and architectural craftsmanship, as well as the connection between royal authority, spiritual beliefs, and respect for nature during the Singasari era.
HTMLText_1375FA1C_1D9B_0AB0_41B8_62F14FBAD6DA_mobile.html = This water spout shares similarities with the Ganesa Spout located in the northern area, both of which were constructed during the reign of the Singasari Kingdom. The resemblance can be seen in the architectural style, carvings, and symbolic elements that reflect the artistic and religious characteristics of that period. This spout serves as an important water source with deep spiritual and symbolic meaning for the local community. Its existence stands as evidence of the advancement of ancient civilization, irrigation systems, and architectural craftsmanship, as well as the connection between royal authority, spiritual beliefs, and respect for nature during the Singasari era.
HTMLText_70DE82BC_3858_DD27_41BA_EF3A3E7B9062.html = This place serves as a water reservoir and main purification site used for spiritual cleansing. The holy water flows downward to a meditation cave that bears the symbol “Sra,” representing blessings and enlightenment for the yogis or hermits who meditate below. Beyond its religious significance, this site also reflects the ingenuity of ancient architecture that harmoniously integrates nature, spirituality, and the surrounding environment.
HTMLText_70DE82BC_3858_DD27_41BA_EF3A3E7B9062_mobile.html = This place serves as a water reservoir and main purification site used for spiritual cleansing. The holy water flows downward to a meditation cave that bears the symbol “Sra,” representing blessings and enlightenment for the yogis or hermits who meditate below. Beyond its religious significance, this site also reflects the ingenuity of ancient architecture that harmoniously integrates nature, spirituality, and the surrounding environment.
HTMLText_7101DB3C_66F5_272D_41B3_C36F190BFEA5.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_7101DB3C_66F5_272D_41B3_C36F190BFEA5_mobile.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_7101EB3B_66F5_272B_41D6_EF1428ACEEBF.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_7101EB3B_66F5_272B_41D6_EF1428ACEEBF_mobile.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_71AE8632_66AD_2135_41C5_9F388ABB68DE.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_71AE8632_66AD_2135_41C5_9F388ABB68DE_mobile.html = A bale bengong (temple) is an open-air structure typically found in gardens, courtyards, or tourist attractions in Bali. It serves as a place for contemplation, relaxation, or rest. A bale bengong is often used to enjoy the surrounding scenery while calming the mind in a peaceful and cool atmosphere. Therefore, a bale bengong is ideal for resting after exploring Goa Garba, as visitors can unwind while enjoying the natural beauty and serenity surrounding the historic site.
HTMLText_71AED631_66AD_2137_41CA_EE7AC038C4F3.html = Bale bengong adalah sebuah bangunan terbuka yang biasanya terdapat di area taman, halaman, atau tempat wisata di Bali, yang berfungsi sebagai tempat merenung, bersantai, atau beristirahat. Bale bengong sering digunakan untuk menikmati pemandangan sekitar sambil menenangkan pikiran dalam suasana yang damai dan sejuk. Oleh karena itu, bale bengong sangat cocok digunakan sebagai tempat beristirahat setelah menjelajahi Goa Garba, karena pengunjung dapat melepas lelah sambil menikmati keindahan alam dan ketenangan suasana di sekitar situs bersejarah.
HTMLText_71AED631_66AD_2137_41CA_EE7AC038C4F3_mobile.html = Bale bengong adalah sebuah bangunan terbuka yang biasanya terdapat di area taman, halaman, atau tempat wisata di Bali, yang berfungsi sebagai tempat merenung, bersantai, atau beristirahat. Bale bengong sering digunakan untuk menikmati pemandangan sekitar sambil menenangkan pikiran dalam suasana yang damai dan sejuk. Oleh karena itu, bale bengong sangat cocok digunakan sebagai tempat beristirahat setelah menjelajahi Goa Garba, karena pengunjung dapat melepas lelah sambil menikmati keindahan alam dan ketenangan suasana di sekitar situs bersejarah.
HTMLText_7DB2E382_7065_343F_41C2_951F708170F1.html =
HTMLText_7DB2E382_7065_343F_41C2_951F708170F1_mobile.html =
HTMLText_7E506D9F_3859_27E1_41CC_0EE15BDBBBEA.html = This footprint is believed by the local community to be the footprint of Kebo Iwa, also known as Kebo Taruna, a Mahapatih (chief minister) of the kingdom who also served as the architect responsible for constructing the staircase. During the construction, one of the stones would not stay firmly in place and kept shifting from its intended position. At that moment, Patih Kebo Iwa stomped his foot on the stone, causing it to become steady and no longer move. From that powerful stomp, a footprint mark appeared on the stone, which is now believed to be the sacred footprint of Kebo Iwa.
HTMLText_7E506D9F_3859_27E1_41CC_0EE15BDBBBEA_mobile.html = This footprint is believed by the local community to be the footprint of Kebo Iwa, also known as Kebo Taruna, a Mahapatih (chief minister) of the kingdom who also served as the architect responsible for constructing the staircase. During the construction, one of the stones would not stay firmly in place and kept shifting from its intended position. At that moment, Patih Kebo Iwa stomped his foot on the stone, causing it to become steady and no longer move. From that powerful stomp, a footprint mark appeared on the stone, which is now believed to be the sacred footprint of Kebo Iwa.
HTMLText_7F918CB5_3849_E520_41A4_244CB18AC1C9.html = Tempat ini berfungsi sebagai penampungan air dan patirtaan utama yang digunakan untuk penyucian diri secara spiritual. Air suci dari tempat ini dialirkan ke bawah menuju ceruk pertapaan yang terdapat lambang “Sra”, melambangkan pemberian anugerah dan pencerahan kepada para yogi atau petapa yang bersemadi di bawahnya. Selain memiliki makna religius, tempat ini juga mencerminkan kejeniusan arsitektur kuno yang menggabungkan unsur alam, spiritualitas, dan keharmonisan lingkungan.
HTMLText_7F918CB5_3849_E520_41A4_244CB18AC1C9_mobile.html = Tempat ini berfungsi sebagai penampungan air dan patirtaan utama yang digunakan untuk penyucian diri secara spiritual. Air suci dari tempat ini dialirkan ke bawah menuju ceruk pertapaan yang terdapat lambang “Sra”, melambangkan pemberian anugerah dan pencerahan kepada para yogi atau petapa yang bersemadi di bawahnya. Selain memiliki makna religius, tempat ini juga mencerminkan kejeniusan arsitektur kuno yang menggabungkan unsur alam, spiritualitas, dan keharmonisan lingkungan.
HTMLText_C8A09ED5_D279_ABF4_41D4_BCD883F5D6E6.html = In Sanskrit records, it is mentioned that during the era of Pasraman Dharma Hanar, this place was used for self-cleansing or purification by spiritual teachers, as well as for drinking water. In the present day, however, it serves as a patirthan site at the temple, where the water is regarded as holy water (tirtha) used for religious purposes.
HTMLText_C8A09ED5_D279_ABF4_41D4_BCD883F5D6E6_mobile.html = In Sanskrit records, it is mentioned that during the era of Pasraman Dharma Hanar, this place was used for self-cleansing or purification by spiritual teachers, as well as for drinking water. In the present day, however, it serves as a patirthan site at the temple, where the water is regarded as holy water (tirtha) used for religious purposes.
HTMLText_C8A12ED5_D279_ABF4_41B3_B69443EA79D9.html = Dalam catatan Sanskerta, disebutkan bahwa pada masa Pasraman Dharma Hanar, tempat ini digunakan untuk penyucian diri atau pemurnian oleh guru-guru spiritual, serta untuk air minum. Namun, saat ini, tempat ini berfungsi sebagai situs patirthan di kuil, di mana airnya dianggap sebagai air suci (tirtha) yang digunakan untuk tujuan keagamaan.
HTMLText_C8A12ED5_D279_ABF4_41B3_B69443EA79D9_mobile.html = Dalam catatan Sanskerta, disebutkan bahwa pada masa Pasraman Dharma Hanar, tempat ini digunakan untuk penyucian diri atau pemurnian oleh guru-guru spiritual, serta untuk air minum. Namun, saat ini, tempat ini berfungsi sebagai situs patirthan di kuil, di mana airnya dianggap sebagai air suci (tirtha) yang digunakan untuk tujuan keagamaan.
### Label
Label_0C0D5FA3_1DAB_0990_41BC_391A13E6CBDF.text = CERUK BAGIAN SELATAN
Label_0C0D5FA3_1DAB_0990_41BC_391A13E6CBDF_mobile.text = CERUK BAGIAN SELATAN
Label_0C3AE4DB_1DB5_1FB0_41B7_8CEAC7551030.text = CERUK BAGIAN TENGAH
Label_0C3AE4DB_1DB5_1FB0_41B7_8CEAC7551030_mobile.text = CERUK BAGIAN TENGAH
Label_0C3DF599_1DBB_39B0_41A6_70832809BBD0.text = LOCKERS
Label_0C3DF599_1DBB_39B0_41A6_70832809BBD0_mobile.text = LOCKERS
Label_0D123554_1DB6_FEB0_41B9_0A83BE2374CF.text = PALINGGIH TAMAN SARI
Label_0D123554_1DB6_FEB0_41B9_0A83BE2374CF_mobile.text = PALINGGIH TAMAN SARI
Label_0D1E204B_1DAD_1690_416B_46F88E549F2B.text = GAPURA
Label_0D1E204B_1DAD_1690_416B_46F88E549F2B_mobile.text = GAPURA
Label_0D6252FB_1DAF_1B70_4197_DD6998937080.text = POHON PULE
Label_0D6252FB_1DAF_1B70_4197_DD6998937080_mobile.text = POHON PULE
Label_0D649E29_1DB7_0A90_4182_ADEEECECC3A3.text = CERUK BAGIAN UTARA
Label_0D649E29_1DB7_0A90_4182_ADEEECECC3A3_mobile.text = CERUK BAGIAN UTARA
Label_0D856117_1D97_16B0_41B0_98E8790552CF.text = JAKEDUARA BAGIAN TENGAH
Label_0D856117_1D97_16B0_41B0_98E8790552CF_mobile.text = JAKEDUARA BAGIAN TENGAH
Label_0D9F55C3_1DAF_1990_418D_82C226F378D0.text = PELINGGIH RATU SEPIH
Label_0D9F55C3_1DAF_1990_418D_82C226F378D0_mobile.text = PELINGGIH RATU SEPIH
Label_1253B28D_1D9D_3B90_41B1_14B41EDEC861.text = JAKEDUARA BAGIAN SELATAN
Label_1253B28D_1D9D_3B90_41B1_14B41EDEC861_mobile.text = JAKEDUARA BAGIAN SELATAN
Label_12869077_1D9F_1770_41B8_BFC982D357DC.text = PELINGGIH TAMAN SARI
Label_12869077_1D9F_1770_41B8_BFC982D357DC_mobile.text = PELINGGIH TAMAN SARI
Label_132883E2_1D95_3990_41B9_A09E74906B53.text = GANESA JAKEDUARA BAGIAN UTARA
Label_132883E2_1D95_3990_41B9_A09E74906B53_mobile.text = GANESA JAKEDUARA BAGIAN UTARA
Label_136036C0_1D9F_3B90_41B2_D880C7D065A4.text = PATIRTAAN UTAMA ATAU TELAGA WAJA
Label_136036C0_1D9F_3B90_41B2_D880C7D065A4_mobile.text = PATIRTAAN UTAMA ATAU TELAGA WAJA
Label_13D7E76A_1D97_3A90_41AF_1CCD28F87C5F.text = PENAMPUNGAN AIR
Label_13D7E76A_1D97_3A90_41AF_1CCD28F87C5F_mobile.text = PENAMPUNGAN AIR
Label_20E7A2D0_3848_DD60_41A9_B5AB51F3FCE7.text = JEJAK KAKI KEBO IWA
Label_20E7A2D0_3848_DD60_41A9_B5AB51F3FCE7_mobile.text = JEJAK KAKI KEBO IWA
Label_22135DCE_3849_6760_4198_C5B347C08C02.text = WATER RESERVOIRS
Label_22135DCE_3849_6760_4198_C5B347C08C02_mobile.text = WATER RESERVOIRS
Label_61747225_3D54_B7CC_41C8_31BFEFC9A019.text = MAIN PATIRTAAN OR TELAGA WAJA
Label_61747225_3D54_B7CC_41C8_31BFEFC9A019_mobile.text = MAIN PATIRTAAN OR TELAGA WAJA
Label_69C7CD17_3D5D_4DF5_41C5_D4EC34CB999E.text = GANESHA NORTH PART OF JAKEDUARA
Label_69C7CD17_3D5D_4DF5_41C5_D4EC34CB999E_mobile.text = GANESHA NORTH PART OF JAKEDUARA
Label_6CE83ACC_3D5D_D459_41B9_1270888041CE.text = JAKEDUARA MIDDLE PART
Label_6CE83ACC_3D5D_D459_41B9_1270888041CE_mobile.text = JAKEDUARA MIDDLE PART
Label_7020FDBE_3D3C_CCCF_41BE_F119F495CAEA.text = PALINGGIH SUDAMALA
Label_7020FDBE_3D3C_CCCF_41BE_F119F495CAEA_mobile.text = PALINGGIH SUDAMALA
Label_70CAD382_3D2F_54C3_41B6_0E5CEA60FD9C.text = JAKEDUARA SOUTH
Label_70CAD382_3D2F_54C3_41B6_0E5CEA60FD9C_mobile.text = JAKEDUARA SOUTH
Label_71760A15_3D33_D7C7_41C8_8A0A760438F5.text = GATE
Label_71760A15_3D33_D7C7_41C8_8A0A760438F5_mobile.text = GATE
Label_71F3FA71_3D2C_B45E_41B7_D8325C5CA147.text = PULE TREE
Label_71F3FA71_3D2C_B45E_41B7_D8325C5CA147_mobile.text = PULE TREE
Label_7378C041_3D33_B3B9_41A3_CB9C12AEA01A.text = NORTHERN NICHE
Label_7378C041_3D33_B3B9_41A3_CB9C12AEA01A_mobile.text = NORTHERN NICHE
Label_77244847_3D34_B447_41B7_0585705E8D7E.text = CENTER NICHE
Label_77244847_3D34_B447_41B7_0585705E8D7E_mobile.text = CENTER NICHE
Label_77F5C663_3D34_BC7E_41BE_813768F8A96E.text = SOUTHERN NICHE
Label_77F5C663_3D34_BC7E_41BE_813768F8A96E_mobile.text = SOUTHERN NICHE
Label_80067258_D8EC_85D7_41E3_BE08BA779501.text = RESTING PLACE OR BALE BENGONG
Label_80067258_D8EC_85D7_41E3_BE08BA779501_mobile.text = RESTING PLACE OR BALE BENGONG
Label_83737AF0_D8EB_9AD8_41E8_78548593C5F1.text = TEMPAT PERISTIRAHATAN ATAU BALE BENGONG
Label_83737AF0_D8EB_9AD8_41E8_78548593C5F1_mobile.text = TEMPAT PERISTIRAHATAN ATAU BALE BENGONG
Label_8D2B3D16_D8EF_9F5B_41DC_518CEC3FFC6A.text = TEMPAT PERISTIRAHATAN ATAU BALE BENGONG
Label_8D2B3D16_D8EF_9F5B_41DC_518CEC3FFC6A_mobile.text = TEMPAT PERISTIRAHATAN ATAU BALE BENGONG
Label_8FBB0A1A_D8EC_854A_41C2_F805CC53E429.text = RESTING PLACE OR BALE BENGONG
Label_8FBB0A1A_D8EC_854A_41C2_F805CC53E429_mobile.text = RESTING PLACE OR BALE BENGONG
Label_C8A1BED3_D279_ABF3_41C3_F63447B5ABB5.text = JAKEDUARA SUDAMALA
Label_C8A1BED3_D279_ABF3_41C3_F63447B5ABB5_mobile.text = JAKEDUARA SUDAMALA
Label_E1C32C02_FF87_9C2F_41D0_6CC7E1260BBA.text = KEBO IWA FOOTPRINTS
Label_E1C32C02_FF87_9C2F_41D0_6CC7E1260BBA_mobile.text = KEBO IWA FOOTPRINTS
Label_E95704A9_D3CB_DE5F_41E7_23018205B73C.text = LOKER
Label_E95704A9_D3CB_DE5F_41E7_23018205B73C_mobile.text = LOKER
## Media
### Title
album_4BA54DA9_5AF9_0193_41BD_027BA274275A.label = Photo Album WhatsApp Image 2025-12-26 at 21.00.59 (1)
map_1E2CDBD6_0F0C_4787_41AE_0DDCBE4138D5.label = denah radar
panorama_146891C3_1933_5CB3_41B2_CB6B7ADF66D4.label = ke 2 IMG_20251024_105040_00_998
panorama_1468BE48_1933_67BE_4143_05F6687D7070.label = ke 2 IMG_20251024_105245_00_001
panorama_1468D711_1933_A5AF_41A0_DE3A69A572A5.label = ke 2 IMG_20251024_110109_00_008
panorama_1468D819_1933_6BDE_41B5_0D6339F7BCCE.label = ke 2 IMG_20251024_105148_00_999
panorama_1468EA8B_1933_6CB3_4182_F04B1F490AC1.label = ke 2 IMG_20251024_105448_00_003
panorama_14692B84_1932_ACB6_4190_A10536A8E602.label = ke 2 IMG_20251024_104950_00_997
panorama_1469553C_1932_A5D7_41B1_E9BDD45DF2A5.label = ke 2 IMG_20251024_104845_00_996
panorama_14697E97_1932_A4D2_41AE_F7CC23E5DDE8.label = ke 2 IMG_20251024_104713_00_995
panorama_14698B61_1932_EC71_4186_017AE4DD497F.label = ke 2 IMG_20251024_104354_00_992
panorama_14698BFD_1932_AC51_41A4_374FC36A3E53.label = ke 2 IMG_20251024_103641_00_987
panorama_14699189_1932_DCBE_417D_93DF14B7F6BE.label = ke 2 IMG_20251024_104454_00_993
panorama_14699878_1932_AC5F_41B8_55CF1413F6E5.label = ke 2 IMG_20251024_104605_00_994
panorama_1469A4BE_1932_E4D3_4195_7D83C374A4F2.label = ke 2 IMG_20251024_104257_00_991
panorama_1469A5EA_1932_A470_41A7_E093D3836B3F.label = ke 2 IMG_20251024_103511_00_986
panorama_1469A84B_1932_EBB1_41B1_3759632E4B9E.label = ke 2 IMG_20251024_103928_00_989
panorama_1469E21C_1932_DFD0_41A0_A83DA8EEEC70.label = ke 2 IMG_20251024_103807_00_988
panorama_1469FE91_1932_E4D1_418C_74A53AA52717.label = ke 2 IMG_20251024_104054_00_990
panorama_146EFFBD_1932_A4D0_41B4_4FB0BE8518DD.label = ke 2 IMG_20251024_103356_00_985
panorama_146F005B_1933_DC5C_419F_B4C4983A0880.label = ke 2 IMG_20251024_110738_00_012
panorama_146F00CD_1933_5CB7_4195_280BDC5E272B.label = ke 2 IMG_20251024_105637_00_004
panorama_146F038C_1933_BCB4_419C_C264444E0A65.label = ke 2 IMG_20251024_110437_00_010
panorama_146F0470_1933_646D_41B5_FED3596B01FD.label = ke 2 IMG_20251024_105355_00_002
panorama_146F0D6F_1933_A473_41AC_6A341BB39FFC.label = ke 2 IMG_20251024_110332_00_009
panorama_146F7A4D_1933_AFB7_41AB_0D834E3A5B44.label = ke 2 IMG_20251024_110549_00_011
panorama_146FC65F_1933_E454_41B0_6F837C47FF0F.label = ke 2 IMG_20251024_111452_00_014
panorama_171A83DA_192D_5C50_41B0_F4F2EF76B368.label = ke 2 IMG_20251024_103305_00_984
panorama_E3E80AD0_EA9A_F356_41A8_3436C4DBF9D1.label = IMG_20250928_142918_00_091
panorama_E3E80D0E_EA9A_B6CA_41AF_FAD63B23E1B6.label = IMG_20250928_142434_00_086
panorama_E3E810A7_EA9A_CFFA_41D4_187BBE94751C.label = IMG_20250928_143014_00_092
panorama_E3E826A7_EA9A_D3F9_41E6_309F8AF834B7.label = IMG_20250928_143116_00_093
panorama_E3E8372D_EA9A_B2CE_415F_EB6A4A47E8E6.label = IMG_20250928_142344_00_085
panorama_E3E83B5D_EA9A_514E_41C5_F007040EE61E.label = IMG_20250928_143553_00_099
panorama_E3E844FE_EA9A_574A_41E4_ACAE021ECC14.label = IMG_20250928_143446_00_098
panorama_E3E847B1_EA9A_71D6_41C5_076A738CB07E.label = IMG_20250928_143851_00_101
panorama_E3E84EB2_EA9A_D3DA_41D1_4DAAEFEA430F.label = IMG_20250928_142725_00_089
panorama_E3E852F0_EA9A_D356_41E2_D4A0EE60163F.label = IMG_20250928_142525_00_087
panorama_E3E878E0_EA9A_DF77_41B3_572A9C059708.label = IMG_20250928_142625_00_088
panorama_E3E8C8D4_EA9A_BF5E_41D2_885FAABED273.label = IMG_20250928_143359_00_096
panorama_E3E8EC9D_EA9A_D7CE_41E1_301F3AFC39FC.label = IMG_20250928_143242_00_094
panorama_E3E9C12D_EA9A_4ECE_41A3_0C65F6967971.label = IMG_20250928_142254_00_084
panorama_E3E9FB2C_EA9A_52CE_41E1_B7208F999355.label = IMG_20250928_142207_00_083
panorama_E3EC21AB_EA9B_F1C9_41DD_2FADBB7C687C.label = IMG_20250928_140734_00_068
panorama_E3EC3330_EA9B_D2D6_41EC_7EDD5EAE041B.label = IMG_20250928_141023_00_071
panorama_E3EC7A34_EA9B_B2DE_41E2_3B8865216B42.label = IMG_20250928_140212_00_064
panorama_E3EC8F68_EA9A_7176_41E0_574C77A0DABD.label = IMG_20250928_142030_00_081
panorama_E3EC9D3C_EA9A_56CE_417C_CB234E4778EC.label = IMG_20250928_141730_00_078
panorama_E3ECA968_EA9A_7176_41D2_C2965F3A6FCE.label = IMG_20250928_141859_00_080
panorama_E3ECC541_EA9A_56B6_41D7_BC3D60DC1F3D.label = IMG_20250928_142117_00_082
panorama_E3EDB582_EA9B_B1BA_41E1_8FF7FF08CD6A.label = IMG_20250928_141439_00_074
panorama_E3EDBB77_EA9B_B159_41C9_B4F5EACFA98B.label = IMG_20250928_141545_00_075
panorama_E3EDCD5E_EA9B_F14A_41E2_71B5FAD8B21E.label = IMG_20250928_140945_00_070
panorama_E3EDF90E_EA9B_DECA_41DF_1075C73F444F.label = IMG_20250928_141059_00_072
panorama_E3EF91D4_EA9A_715E_41DE_E588D750BC79.label = IMG_20250928_143641_00_100
video_4159DF9D_59AE_C7EC_41B7_6D2EA4EEBC66.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 16.18.47
video_44ACA7D4_5AA6_477C_41A2_BA70C0220114.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 18.44.09
video_48A330A2_59EA_59D4_4180_2E591C0B7DA1.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 15.45.21
video_48A72200_5AD6_E879_41D1_3035EA8CC4FE.label = Jejak Kaki keboiwa
video_4BC5C8F4_5AB6_B999_41C7_E2D7783F686A.label = Ceruk
video_7E38827C_5A7B_D92C_41B1_A09DCCE565FE.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 18.56.01
video_7E47662F_5B9A_592C_41CA_B9593DB96A21.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 19.23.38
video_7F01050C_5BA7_B8EC_4194_9769C85B76DA.label = WhatsApp Video 2025-12-26 at 19.35.13
## Action
### URL
LinkBehaviour_48E652C8_5864_9B70_41D1_C346EC3EDF70.source = https://id.linkedin.com/company/instiki
LinkBehaviour_CCDCBB0F_DC72_7757_41C5_C5F8F450F348.source = https://id.linkedin.com/company/instiki