SELAMAT DATANG DI OBJEK WISATA GOA GARBA

TEMPAT SEKOLAH KERAJAAN DRAMA HANAR

Virtual Tour Goa Garba
Sejarah Goa Garba

Sejarah Goa Garba

Sebagai wilayah yang menjadi bagian dari peradaban Kerajaan Bali Kuno atau Kerajaan Bedahulu, Kabupaten Gianyar memiliki banyak situs sejarah dan cagar budaya. Salah satu situs tersebut adalah Goa Garba, sebuah objek wisata bersejarah yang terletak di Desa Pejeng Kelod. Tempat ini diperkirakan dibangun pada abad ke-12, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Sri Maharaja Aji Jayapangus.

Kerajaan Bali Kuno yang berpusat di Bedahulu runtuh pada pertengahan abad ke-14 setelah ditaklukkan Majapahit. Pada masa pemerintahan Prabu Sri Astasura Ratna Bumi Banten, muncul Kebo Iwa, keturunan Arya Karang Buncing, yang ingin menjadi patih Bedahulu. Keinginannya baru diterima setelah ia melalui ujian kesaktian. Prajurit terbaik hingga Perdana Menteri Ki Pasung Gerigis diturunkan untuk mengujinya, namun tidak ada yang mampu menandingi Kebo Iwa. Setelah membuktikan kesaktiannya, ia akhirnya diangkat sebagai Maha Patih Kerajaan Bedahulu.

Kawasan Goa Garba memiliki beberapa peninggalan penting yaitu :

  1. Tangga Batu, Tangga ini diyakini dibuat oleh Kebo Iwa, Mahapatih Kerajaan Bedahulu. Saat pembuatannya, salah satu batu tampak goyah sehingga Kebo Iwa menghentakkan kakinya, meninggalkan jejak besar yang masih terlihat. Di tengah tangga terdapat sebuah gapura kuno.
  2. Ceruk,Terdapat dua ceruk yang hingga kini digunakan untuk meditasi atau yoga. Ceruk kanan (utara) dahulu dipakai keluarga kerajaan, sedangkan ceruk kiri (selatan) menjadi tempat meditasi Kebo Iwa. Konon ceruk ini dibuat oleh Kebo Iwa hanya dengan kukunya.
  3. Pura Beji, Di atas ceruk terdapat Pesiraman bernama Telaga Waja, kolam suci yang digunakan dalam upacara di Pura Dhang Kahyangan Jagat Pengukur-Ukuran.

Lokasi Goa Garba

Goa Garba terletak di area Pura Dhang Kahyangan Jagat Pengukur-Ukuran, tepatnya di Desa Adat Sawa Gunung, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Kawasan ini berada pada ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata 25–28°C pada siang hari dan 20–23°C pada malam hari, menjadikannya lingkungan yang sejuk dan nyaman untuk dikunjungi.

Untuk menuju ke Goa Garba, pengunjung dapat menempuh perjalanan dari Denpasar sejauh sekitar 28 kilometer (sekitar 59 menit) atau dari Kota Gianyar sejauh 17,4 kilometer (sekitar 44 menit). Akses menuju lokasi ini cukup mudah karena telah dihubungkan oleh jalan umum yang menghubungkan Pejeng Tengah, Pejeng Kelod, dan Tampaksiring.

Sejarah Goa Garba
Denah Goa Garba

Denah Goa Garba

Lokasi

Kegiatan Nyanggra Tirta atau Nunas Tirta Goa Garba

Kegiatan mencari Tirta di Telaga Waja merupakan bagian penting dari rangkaian upacara di Pura Dhang Kahyangan Pengukur Ukuran, yang terletak di kawasan Goa Garba, Tampaksiring, Gianyar. Tirta ini dipercaya memiliki kekuatan suci yang digunakan untuk menyucikan pratima atau tapakan Ida Bhatara, yaitu simbol sakral manifestasi Tuhan yang akan diusung saat pelaksanaan piodalan.

Proses pengambilan tirta biasanya dilakukan oleh pemangku atau krama pengempon pura, dengan membawa pretima dan simbol-simbol kebesaran lainnya menuju mata air suci Telaga Waja.

Ritual ini dikenal dengan sebutan nyanggra tirta atau nunas tirta, dan memiliki tujuan utama untuk:

  1. Menyucikan pratima atau tapakan sebelum digunakan dalam upacara piodalan.
  2. Melengkapi rangkaian upacara piodalan, baik dalam skala besar maupun kecil.
  3. Menjaga kesucian dan keharmonisan pelaksanaan upacara di Pura Pengukur Ukuran.

Aturan Memasuki Area Goa Garba

  1. Pengunjung wajib berpakaian sopan dan rapi saat memasuki kawasan Goa Garba.
  2. Setiap pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian adat Bali berupa kamen dan udeng yang telah disediakan.
  3. Pengunjung perempuan yang sedang datang bulan tidak diperkenankan memasuki kawasan suci Goa Garba.
  4. Dilarang berkata kasar, bersikap tidak sopan, atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu kesucian tempat.
  5. Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan dan tidak merusak atau mengambil bagian dari peninggalan situs.
  6. Kegiatan sembahyang, meditasi, atau upacara adat yang sedang berlangsung harus dihormati.
  7. Anak-anak wajib berada dalam pengawasan orang tua atau pendamping.
Sejarah Goa Garba
Sejarah Goa Garba

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki area wisata Goa Garba, pengunjung dikenakan tiket masuk yang dibedakan berdasarkan kategori. Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket adalah Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak usia 5–11 tahun. Sementara itu, untuk wisatawan domestik, harga tiket masuk adalah Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Setiap pengunjung juga akan mendapatkan perlengkapan adat berupa kamen dan udeng tradisional Bali sebagai bentuk etika dan penghormatan ketika memasuki kawasan suci Goa Garba.

★★★★★

Recommended pokoknya ini.. tiket 20k lokal parkir free luas

Benny Thama

Google Review
★★★★★

sejarah goa garba, tempat purbakala, sangat sejuk ditempat inibisa dipakai konsep fotografi (tetap menghormati tempat ini berpakaian yg sopan, tidak berbicara kotor, positive thingking)

deva pradnyana88

Google Review
★★★★★

Tempat magis yang jauh dari keramaian, tetapi cukup dekat dengan Ubud! Naik motor, nikmati perjalanannya, dan manjakan diri Anda dalam ketenangan!

eirini kallia

Google Review
★★★★★

Sangat magis dan memiliki cerita menarik… cocok untuk yg suka traveling dan gk jauh dari Ubud

Kadek Agus Putra Pradana

Google Review
★★★★★

Kawasan tempat suci dan sangat bagus untuk yoga dan semedi 🙏

Engken Kabar

Google Review
★★★★★

Tempat yang bagus untuk menenangkan diri

Fathur Rohman

Google Review
★★★★★

Tempat indah yang terletak di tengah alam yang memukau (hutan). Tempat ini masih relatif jarang dikunjungi. Biaya masuk sebesar Rp30.000 dikenakan untuk wisatawan asing dewasa.

Arie Oosterhof

Google Review